Thursday, April 6, 2017

MEMBANGUN TOPOLOGI JARINGAN MENGGUNAKAN GNS3 DAN CAPTURE DATA WIRESHARK

MEMBANGUN TOPOLOGI JARINGAN MENGGUNAKAN GNS3 DAN CAPTURE DATA WIRESHARK

assalamualaikum wr. wb.
pada postingan blog kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang cara membangun topologi jaringan sederhana mengunakan software GNS3 dan analisis paket menggunakan WIRESHARK, bagi temen-temen yang belum pernah mengenal GNS itu apa nah disini akan dijelaskan sedikit tentang GNS3 :


GNS3 atau Graphical Network Simulator adalah  sebuah aplikasi simulasi grafis yang memungkinkan kita untuk menjalankan Cisco IOS (Internetworking Operating System). Dengan begitu kita bisa mengakses seluruh fitur yang ada pada sebuah router Cisco secara penuh dan tidak dibatasi seperti pada Packet Tracer. Bisa berjalan di system operasi windows ataupun Linux dan MAC OS X.  GNS3 juga bisa sebagai alat pelengkap yang sangat baik untuk laboratorium nyata bagi network engineer, administrator. Hal ini juga dapat digunakan untuk fitur eksperimen Cisco IOS,  JUNOS Juniper atau untuk memeriksa konfigurasi yang perlu digunakan kemudian pada router nyata.
GNS3 mempunyai komponen, seperti ;
·         Dynamips
·         Emulator inti dari GNS3 yang mensimulasikan IOS router Cisco.
·         Dynagen ;
·         Program berupa text yang merupakan front-end dari dynamips.
·         Qemu ;
 Emulator untuk mensimulasikan end user device, sehingga bisa dilakukan pengetest-an koneksi dari end user. Dengan begini simulasi network akan menjadi lebih real.
·         WinPCAP dan wireshark ;
 Kedua tools ini mengcapture packet/frame yang lewat dalam suatu network/jaringan.
·         VPCS ;
 Ini merupakan emulator PC (komputer user)
·         Putty ;
Tools ini bisa menggantikan peran dari telnet, sebagai console untuk mengakses devices.
Fitur-fitur yang ada di GNS3 ini, seperti ;
-    Kualitas desain tinggi dan topologi jaringan yang kompleks
     -      Persaingan banyak platform Cisco IOS router, IPS, PIX dan ASA firewall, JUNOS.
     -      Simulasi Ethernet sederhana, ATM dan Frame Relay switch.
     -      Koneksi jaringan simulasi ke dunia nyata.
     -      Packet capture menggunakan Wireshark.
Kelebihan GNS3 :
·         Memungkinkan akses penuh ke Cisco IOS.
·         Memungkinkan disain topologi yang lebih real dengan interaksi ke sistem lain seperti OS yg ada di VirtualBox, komputer host (tempat dimana GNS3 di install) ataupun koneksi ke internet.
Kekurangan GNS3 :
·         Instalasi dan persiapan lab relatif lebih rumit.
Memerlukan resource komputer yang relatif lebih tinggi.

Wireshark :
Wireshark merupkan salah satu network analisis tool, atau disebut juga dengan protocol analysis tool atau packet sniffer. Wireshark dapat digunakan untuk troubleshooting jaringan,analisis,pengembangan software dan protocol, serta untuk keperluan edukasi. Packet sniffer sendiri diartikan sebagai sebuah program atau tool yang memiliki kemampua untuk ‘mencegat’dan melakukan pencatatan terhadap traffic data dalam jaringan. Selama terjadi aliran data dalam, packet sniffer dapat menangkap protocol data unit (PDU), melakukan decoding serta melakukan analisis terhadap isi packet berdasarkan spesifikasi RFC atau spesifikasi-spedifikasi yang lain. Wireshark sebagai salah satu packet sniffer di program sedemikian rupa untuk mengenali berbagai macam protokol jaringan. Wireshark mampu menampilkan hasil enkapsulasi dan filed yang ada dalam PDU. 

alat-alat yang harus disiapkan :
1. software GNS3
2. Wireshark
3. Virtual Box
4. Windows

langsung saja pada langkah-langkah yang harus dilakukan :
1.
   Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat loopback adapter dengan cara control panel > network and sharing senter > Lan 2 > ipv4 > propertis> ganti ip nya .  setelah itu  buka aplikasi gns3 > run administrator lalu buat topologi jaringan seperti gambar dibwah ini.

2.
Setting ip pada loopback adapter nya  

3.
Setting pada ip address ethernet1 dengan  cara nya klik kanan pada router pilih console ,Login  menggunakan admin dan Password kosongkan (tidak menggunakan password)

 
4,
   Buka Winbox, Klik , Pilih IP Address. kemudian isikan ip address dan sesuaikan ether nya seperti gambar di bawah ini. 
5..

  Klik ip> dns lalu isikan dns server nya
6.
 Klik ip> Firewall pilih nat lalu isikan out interface ethernet1

7.

Klik ip > Pilih tab Action dan pilih Masquerade,  Kemudian Apply dan Ok
 8.
 Klik IP  pilih Routes,  kemudian  isi Gateway sesuai dengan Ip pada Loopback Adapter kita kemudian klik Apply dan Ok
.

 9.
Setting ip client pada komputer client 1&2 > masuk ke virtual box 


pengujian :
1. Buka winbox dan Lakukan ping pada ether1 , ether2 dan google

 2.

 Lakukan Ping  dari Pc1 dake IPinternet, Ether1 , Ether2 dan Google.com 
& Lakukan Ping  dari Pc2 ke IPinternet, Ether1 , Ether2 dan Google.com
pastikan terkoneksi seperti gambar diatas

Analisis Paket menggunakan Wireshark: 

1.      Klik kanan pada kabel komputer client, kemudian pilih start capture kemudian pilih start Wireshark
Klik menu Capture dan pilih Interface, kemudian centang network adapter yang akan dilakukan Monitoringkemudian klik start 
  

1.      Setelah kita memilih network adapter yang akan digunakan untuk monitoring packet
maka kita akan mendapatkan paket jaringan seperti ini
 selesai...


No comments:

Post a Comment